☻ Adeus Souza!

Jumat, Juli 17, 2009 ♣

Amarildo Luis de Souza Tak Dipertahankan?

JEPARA - Tenaga gelandang asal Brasil Amarildo Souza tidak akan dipakai lagi oleh Persijap Jepara untuk musim kompetisi 2009-2010. Pemain yang memiliki dribel bola apik itu hampir pasti tak masuk dalam daftar pemain asing yang akan dipertahankan.

Sekretaris Tim Nurjamil mengatakan, manajamen akan menyampaikan daftar pemain lama yang akan dipertahankan dan diputus kontraknya dalam sesi laporan pertanggungjawaban kepada pengurus.

Pertemuan untuk melaporkan pertanggungjawaban itu rencananya digelar akhir pekan ini. Menurut Nurjamil, hanya nama Amarildo dari empat ekspatriat yang tak masuk dalam daftar mereka yang direkomendasikan untuk direkrut kembali.

Tiga lainnya bisa dipertahankan, yakni Evaldo, Phaitoon Thiabma, dan Pablo Frances.

’’Semuanya masih menunggu hasil rapat resmi dan usulan itu hanya akan menjadi rekomendasi. Keputusan tetap terletak pada manajemen yang baru,’’ kata Nurjamil.

Menyusul pencoretan Arnaldo Villalba dan Charly, Persijap hanya menggunakan empat ekspatriat sejak putaran kedua Superliga musim lalu. Keempatnya termasuk Souza merupakan kekuatan utama Laskar Kalinyamat.

Khusus Souza, pemain kidal itu menjadi figur sentral di lini tengah. Dia sudah memperkuat Persijap selama dua musim sejak 2007.

Kontribusinya mengantarkan Laskar Kalinyamat promosi ke Superliga.
Souza datang ke Jepara setelah dua musim sebelumnya memperkuat Persikota Tangerang. Penampilannya tidaklah buruk sepanjang membela Persijap.

Ciri khasnya adalah kelihaian mengolah bola. Namun, Souza sudah harus ’’melawan’’ usianya yang sudah di atas kepala tiga.

Kesetiaan

Nurjamil menambahkan, Evaldo, Phaitoon dan Pablo dinilai masih loyal dan layak dipertahankan. Pablo menjalani debutnya di Indonesia bersama Persijap.

Dia mencetak enam gol di ajang Superliga dan delapan gol di Copa. Koleksi golnya itu mengantarkan dia menjadi top scorer Copa dan meraih sepatu emas bersama striker Persibo Bojonegoro Samsul Arif.

Phaitoon dan Evaldo memiliki kompetensi bagus dan kesetiaan tinggi. Evaldo pernah mengaku bakal gantung sepatu, namun itu akan dilakukannya pada tahun musim 2011.

Phaitoon masih berminat tinggal di Kota Ukir karena merasa nyaman dan mendapatkan dukungan publik. Nurjamil mengemukakan, laporan pertanggungjawaban nanti juga menyangkut keuangan klub semusim terakhir.

Dia tak mengungkapkan apakah pertemuan nanti juga membahas agenda pembentukan manajemen baru. ’’Yang pasti agendanya laporan pertanggungjawaban sekaligus pembubaran manajemen lama. Manajemen baru menjadi wewenang pengurus,’’ tandasnya. (H15-78)

Baca Selengkapnya...

☻ Edy Jatmiko Diminta Bertahan

Kamis, Juli 16, 2009 ♣


JEPARA - Ketua Umum Persijap Achmad Marzuqi berharap Edy Sujatmiko tidak mundur dari manajemen tim untuk musim depan. ”Tidak perlu mundur. Dalam dua musim terakhir bisa dilihat prestasinya. Pada musim ketiga mungkin bisa lebih baik lagi,” katanya di Jepara, kemarin.

Beberapa waktu lalu Edy menyatakan tidak ingin lagi duduk sebagai manajer tim pada musim depan. Dia memberi gambaran, sosok manajer yang dibutuhkan tim bisa datang dari birokrat maupun kalangan swasta.

Jika manajernya birokrat lagi, diusulkan orang yang memiliki otoritas luas dan bisa menjalin hubungan dengan swasta. Sedangkan bila dari kalangan swasta, harus profesional dan punya waktu cukup untuk Persijap, selain bisa menjalin komunikasi efektif dengan pemkab.

Edy masih menganggap dukungan pemkab amat dibutuhkan, karena musim depan bantuan APBD tetap diperlukan. Menurut Marzuqi, Edy merupakan sosok yang dibutuhkan sehingga diharakan tetap duduk di posisinya. ”Secara pribadi, kami menghendaki demikian, namun itu tetap akan diputuskan dalam forum resmi organisasi,” ujar Marzuqi.

Edy menjadi manajer tim sejak musim 2007. Ketika itu ”Laskar Kalinyamat” yang ditangani Yudi Suryata berhasil lolos ke Superliga. Dia masih bertahan di musim keduanya, dan berhasil mempertahankan tim di level tertinggi kompetisi negeri ini, serta masuk empat besar Copa Dji Sam Soe Indonesia.

APBD Perubahan

Pada masa transisi, Edy berencana menunaikan ibadah haji. Namun Marzuqi menyatakan hal itu tidak akan mengganggu persiapan. ”Manajemen kan tim,” lanjutnya.

Dia juga berharap Persijap tetap bisa mendapatkan alokasi APBD untuk 2010. ”Kalau pun tidak sebesar musim lalu, ya sedikit di bawahnya,” ujarnya.

Musim lalu, dana APBD yang diterima sebesar Rp 9 miliar. Pada tahun ini direncanakan diperoleh Rp 600 juta melalui APBD perubahan. Namun, ada keputusan memasukkan pembahasan pengajuan dana pada APBD 2010, sebagaimana tertuang dalam kebijakan umum anggaran.

Pengurus Persijap masih menunggu manajemen untuk membahas pertanggungjawaban musim lalu yang rencananya bakal digelar dalam waktu dekat.(H15,kar-22)

Baca Selengkapnya...

☻ Ditawari Agen Pemain Asing

Rabu, Juli 15, 2009 ♣


JEPARA - Selain diburu sejumlah pelatih berkelas, tim Laskar Kalinyamat juga menjadi incaran para agen pemain asing. Salah satu agen pemain asing dikabarkan sudah mengontak manajemen. Hal ini dibenarkan Wakil Sekretaris Tim Persijap, Nur Jamil.

"Benar, sudah ada agen pemain asing yang mengontak kami. Mereka mengaku siap mendatangkan para pemain asing di segala posisi. Tapi untuk nama-namanya, saat ini tidak perlu disebut dululah," ungkapnya.

Apakah pihak Persijap tertarik dengan tawaran tersebut? Jamil menjelaskan bahwa manajemen saat ini tetap sedang fokus mengagendakan LPj ke ketua umum. Urusan tawar-menawar pemain dan lainnya, lanjut dia, sudah bukan menjadi tanggung jawab manajemen saat ini. "Itu nanti menjadi urusan manajemen yang baru," ungkapnya.

Meski demikian, manajemen lama bisa merekomendasikan sejumlah pemain yang perlu dipertahankan maupun mengusulkan sejumlah posisi yang perlu diisi oleh pelatih. "Semua itu sifatnya hanya usulan. Yang menentukan semuanya manajemen baru," terangnya.

Selain ditawari pemain asing oleh agen, manajemen juga mendapatkan tawaran dari sejumlah pemain lokal. Para pemain yang melamar tersebut sebelumnya beredar di Divisi I, Divisi Utama, dan Liga Super. Sayangnya, Jamil kembali enggan membocorkan siapa saja pemain yang sudah mulai mendekati manajemen.

"Tidak usah saya sebutkan namanya. Yang jelas ada yang melamar di luar eks pemain Persijap," tandasnya.

Para pemain eks Persijap sendiri, sebagian besar juga masih berharap bisa kembali bertahan di tim. Mereka yang mayoritas sering diturunkan Junaidi di ISL musim 2008/2009, diakui Jamil masih menggantungkan harapannya ke Persijap.

Di antara mereka bahkan sudah ada yang memberikan sinyal positif untuk tetap bertahan di Jepara. Seperti di antaranya empat pemain asing, Pablo Frances, Amarildo Souza, Evaldo Silva, dan Phaitoon Thiabma. Hanya saja, selain tergantung pada manajemen baru, perekrutan pemain itu nanti juga akan sangat bergantung pada ketersediaan dana. "Dengan adanya kejelasan dana tentu akan membantu manajemen baru dalam bergerak merekrut pelatih dan pemain," ujarnya. (zis/aji)

Baca Selengkapnya...

☻ Manajemen Beri Sinyal Bang Jun

JEPARA - Meski belum ada pembubaran manajemen lama maupun pembentukan manajemen baru, sinyal positif diberikan kepada pelatih Persijap musim kemarin, Junaidi. Manajemen di bawah kepemimpinan Edy Sujatmiko, memberikan lampu hijau kepada pelatih yang akrab disapa Bang Jun itu, untuk kembali menangani Persijap pada musim depan.

Menurut Wakil Sekretaris Manajemen Persijap, Nur Jamil, untuk merekrut kembali Bang Jun memang cukup terbuka. Pasalnya dari sisi prestasi, yang bersangkutan mempunyai catatan lumayan bagus. Yaitu membawa tim Laskar Kalinyamat masuk sepuluh besar ISL dan semifinalis Copa Indonesia.

Belum lagi, dari sisi administrasi, Bang Jun juga sudah memiliki lisensi A di bidang kepelatihan. Meski demikian, lanjut Jamil, semuanya nanti tentu tergantung pada harga kontrak yang ditawarkan Bang Jun.

Berdasarkan pengalaman Persijap saat naik kasta dari Divisi Utama ke Superliga, Bang Jun memang belum tentu bisa kembali berlabuh di tim Kota Ukir. Sebelumnya, Yudi Suryata yang sukses mengantarkan Persijap merebut tiket Superliga pun harus terpental.

"Semuanya memang tergantung negosiasi. Dulu Pak Yudi kontraknya tidak jadi diperpanjang karena harganya tidak cocok," ungkapnya.

Jamil kembali menjelaskan bahwa persoalan utama yang akan dihadapi Persijap nanti adalah menyangkut pendanaan. Jika persoalan itu sudah mendapatkan solusi, dia optimistis persoalan lain bisa diselesaikan. "Kalau memang dananya terbatas, tentu akan ada prioritas-prioritas tertentu yang mesti diambil," ungkapnya.

Jamil sendiri menilai jika dana APBD sebenarnya masih mutlak diperlukan. "Tanpa itu, sepertinya sulit untuk bisa membentuk tim yang ideal," ujarnya. Buktinya, lanjut dia, sampai sekarang sebagian klub besar masih memanfaatkan dana APBD. Kondisi itu menunjukkan bahwa upaya untuk mengembangkan sumber-sumber pendanaan di luar APBD masih cukup sulit. (zis/aji)

Baca Selengkapnya...

☻ M Basri Lirik Persijap


JEPARA - Sejumlah pelatih telah menyatakan minatnya untuk menangani tim Laskar Kalinyamat-julukan Persijap. M Basri yang pada musim lalu sempat menangani Persela Lamongan, kini mencoba mendekat ke manajemen Persijap.

"Ya kami mendapatkan telepon dari yang bersangkutan. Dia menyatakan berminat untuk melatih Persijap," ungkap Manajer Persijap Edy Sujatmiko.

Selain Basri, pelatih lain yang sudah menghubungi manajemen dan menyatakan minatnya untuk melatih Persijap adalah Edy Metto (pelatih asal Malasyia), Suharno (eks pelatih Persiwa Wamena), dan Hanafi (eks pelatih Persipur Purwodadi).

Dari ketiganya, yang sudah resmi mengajukan lamaran adalah Hanafi. "Dia sudah mengajukan lamaran untuk melatih Persijap musim depan. Sedangkan dua lainnya masih sebatas komunikasi lisan," terang Jamil yang mendampingi Edy.

Menurut Edy, sampai sejauh ini pihaknya belum bisa memutuskan terhadap keempat pelamar tersebut. "Kita hanya sifatnya menampung. Untuk keputusannya terserah manajemen baru mendatang," ungkapnya.

Sebelumnya, Junaidi selaku pelatih lama Persijap juga pernah menyampaikan minatnya untuk tetap bertahan di Persijap. "Kalau memang masih dibutuhkan dan negosiasinya ketemu, saya masih betah di Jepara," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Persijap Ahmad Marzuki kepada Radar Kudus mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menunggu LPj dari manajemen lama. "Begitu laporan masuk, maka akan ada rapat evaluasi dan setelah itu baru dibentuk manajemen baru," ungkapnya.

Marzuki mengaku, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan siapa manajer yang akan ditunjuk untuk menangani tim berkostum merah-merah tersebut. Dia membenarkan jika manajer lama Edy Sujatmiko keberatan menjadi manajer lagi.

"Kita harus hormati keputusan itu. Yang jelas, kita tetap berharap agar tim ini ke depan bisa lebih baik," terangnya.

Mengenai dana, Marzuki menyatakan sejauh ini belum tahu persis berapa alokasi dana untuk Persijap dari APBD perubahan yang sudah disetujui untuk diberikan ke Komite Olahraga Kabupaten (KOK) Jepara. "Dana untuk KOK Rp 800 juta. Dari jumlah itu kita belum tahu untuk Persijap berapa," jelasnya. (zis/aji)

Baca Selengkapnya...

Klasmen Sementara

KLUB

P

W

D

L

GD

PTS

PERSIPURA

33

24

5

4

77-24

77

PERSIB

33

19

6

8

61-39

63

PERSIWA

33

20

3

10

52-32

63

SRIWIJAYA

33

15

9

9

59-41

54

PERSIJA

33

15

8

10

60-46

53

PERSIK

33

15

7

11

50-45

52

PERSELA

33

15

6

12

39-34

51

PSM

33

13

12

8

39-39

51

Pelita Jaya

33

14

7

12

35-30

49

PERSIJAP

33

12

10

11

41-37

46

AREMA

33

12

8

13

37-41

44

PERSIBA

33

12

7

14

35-42

43

PERSITARA

33

9

9

15

40-48

36

PKT

33

8

10

15

38-53

34

PSMS

33

6

13

14

41-49

31

DELTRAS

33

6

8

19

25-52

26

PERSITA

33

6

7

20

25-62

25

PSIS

33

4

9

20

17-57

21